Bismillaahirrahmaanirrahiem
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam atas Rasulullah saw. juga atas mereka yang berjalan bersamanya.
Mungkin ini adalah bahasan yang sering terulang. Namun, kita akan
terus membahasnya, apalagi di tengah serangan gencar yang dilakukan oleh
para musuh seputar konsep Islam tentang wanita dan keluarga. Hal ini
terjadi di antaranya karena ketidaktahuan mereka atas sikap Islam
terhadap masalah wanita.
Wanita dalam Islam
Umar bin Khathab pernah berkata, “Pada masa jahiliyah, wanita itu tak
ada harganya bagi kami. Sampai akhirnya Islam datang dan menyatakan
bahwa wanita itu sederajat dengan laki-laki.”
Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri tiga kali
quru’. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam
rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan
suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka
menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan
kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai
satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana. (Q.S. Al-Baqarah: 228)
Persamaan yang dimaksudkan oleh Islam ini meliputi segala aspek,
termasuk masalah hak dan kewajiban. Hal ini sangat dipahami oleh para
wanita Islam dan oleh karenanya mereka pegang ajaran Islam dengan sangat
kuat. Khadijah, Umu Habibah, Ummu Salamah dan Nusaibah binti Ka’ab
adalah sebagian contoh dari para wanita tersebut.
Adapun peran wanita dalam rumah tangga tak kalah besarnya. Rasulullah
mengatakan bahwa wanita adalah juga pemimpin di rumah dan ia akan
dimintakan pertanggungjawaban atas perannya tersebut. Dalam sejarah para
muslimah telah memainkan perannya dalam berbagai bidang; di medan
jihad, di masjid dan juga di rumah. Namun dengan tetap menjaga akhlaq
dan adab Islami. Ini dilakukan dengan tetap menjaga perannya yang utama
yaitu mendidik anak, menjaga keluarga yang dibangun atas mawaddah dan
rahmah, juga tetap menciptakan suasana tenang dan damai dalam rumah
tangga.
Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal
dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah dari kulit binatang ternak yang
kamu merasa ringan nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim
dan dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga
dan perhiasan sampai waktu. (Q.S. An-Nahl: 80)
0 komentar:
Posting Komentar